Senin, 29 Mei 2017

Membuat Dan Mengetes jaringan secara WAN Dan LAN

MEMBUAT DAN MENGETES JARINGAN SECARA WAN DAN LAN
  • Pembuatan sumber power
·         Alat dan bahan :
1. baterai 1,5 volt 8 buah
2. kabel listrik (secukupnya)
3. gunting
4. korek api
5. lakban
6. multitester
7. Tang KRIPING
·         Cara pembuatan :
1. gabungkan ke 8 buah baterai menggunakan lakban,
2. hubungkan baterai dengan menggunakan kebel dengan pola silang 
3. setelah selesai uji dengan multitester
  • Konfigurasi wireless
·         Alat dan bahan :
1. accsess point
2. kabel UTP dengan conector Rj-45
3. laptop 2 unit
4. antena omni
5. antena grid
6. sumber power yang telah di buat
·         Cara melakukan :
1.      hubungkan kabel power accsess point ke sumber power yang telah di buat
2.      hidupkan accsess point
3.      hubungkan accsess point ke laptop dengan menggunakan kabel UTP
4.      lakukan konfigurasi accsess point yang telah di pelajari sebelumnya
5.      setelah mengkonfigurasi accsess point masuk ke CMD (command prompt)
6.      lalu ping  alamat accsess point contoh : ping 192.168.0.254 –t
7.       lalu lihat times dan kecepatan jaringannya sesuai jarak laptop yang menggunakan  jaringan wireless tersebut
8.      setelah selesai dengan percobaan pertama maka lakukan percobaan kedua dengan dengan mengghubungkan accsess point ke antena omni
9.      lalu conekkan kedua laptop
10.  lalu masuk ke CMD lalu lihat ip accsess point denga menggunakan perintah  ipconfig
11.   jika sudah dapat alamat ipnya lalu masukkan perintah
12.  Contoh : ping  192.168.0.254
13.   lalu lihat times dan kecepatan jaringannya.
  • Hasil pengujian
1.      pada penghubungan laptop dengan accsess point menggunakan kabel UTP kecepatannya mancapai 1ms
2.      pada penghubungan laptop dengan accsess point dengan dengan wieless dengan jarak 1 meter kecepatannya mulai dari 2-101 ms, sedangkan jika sampai ke tiang gawang kecepatannya 2-295 ms
3.      dengan menggunakan antena omni  dengan jarak setengan lapangan kecepatannya mencapai 2-135 ms.
  • Kendala
1.      masih banyak teman-teman yang kurang serius dalam kegiatan ini
2.      kuranggnya kami dalam pemahaman kerja
3.      terlalu ceroboh dalam mengerjakan pekerjaan
  • Saran
1.      kiranya kegiatan ini sering di lakukan agar pemahaman kami lebih mendalam lagi.
 
GAMBAR TOPOLOGI
 
Mencoba dan membuat sebuah topologi jaringan
 


  • v  Alat dan bahan :
  1. Sumber arus baterai 1,5 volt sebanyak 16 buah yang di bagi menjadi dua sumber power dengan cara pembuatan yang sama seperti pembutan sumber arus sebelumnya  
  2. accsess point 2 buah 
  3. router 
  4. antena omn
  5. antena grid
  6. kabel UTP dengan conector Rj-45
  7. Laptop sebanyak 2 unit (boleh lebih)
  8. Multitester 
  9. Android
  10. paket data internet 
  11. Tang kriping
         
Langkah-langkah konfigurasi dan penggunaan setiap alat 
1.   aktifkan hotspot android
2.     sambungkan accsess point pertama ke sumber power pertama begitu juga accsess point kedua dengan sumber power kedua
3.     hidupkan accsess point
4.     lalu sambungkan accsess point ke laptop dengan menggunakan kabel UTP,
5.     kemudian lakukan konfigurasi pada accsess point seperti yang sudah di pelajari sebelumnya,
6.     Catatan : pada konfigurasi accsess point pada pemilihan mode pilih repeater lalu next kemudian klik survey lalu coneckkan ke jaringan hotspot android lalu next kemudian finish.
7.     sambungkan accsess point pertama ke antena omni dan acssess point ke dua ke antena grid.
8.     jika sudah selesai mengkonfigusi accsess point kedua maka lepaskan kabel UTP lalu sambungkan ke router
9.     kemudian lakukan konfigurasi router seperti biasa.
10.  setelah selesai buka CMD di laptop lalu ping ip dari router tersebut untuk mengetes konektivitas contoh : ping 130.1.1.10
11.  lihat times dan kecepatan jaringannya
12.  jika sudah lakukan ping ke alamat ip google : ping 8.8.8.8  -t
13.  lalu coneckan juga laptop-laptop yang lain,
jika sudah maka kita bisa menggunakan layanan internet

JENIS JENIS ANTENA OUTDOOR

JENIS-JENIS ANTENA OUTDOOR

1.Antena Wajan Bolic
Disebut WajanBolic karena dasarnya sama saja dengan antena parabolic pada umumnya hanya bannya untuk parabolic dish-nya menggunakan wajan, alat dapur yang biasanya untuk memasak.
Fungsi dari antena wajanbolic sebenarnya hanya memperkuat sinya wireless dari HOSPOT yang karena letaknya terlalu jauh, tidak bisa lagi ditangkap oleh USB Wireless ADAPTER bila hanya ditancapkan begitu saja di port USB PC atau Laptop.
 2. Antena Grid

Antena ini berbentuk seperti jaring ,dan cangkupan antena ini hanya searah .Biasanya antena ini mempunyai pasangan antena ditempat yang lain (antena pemancar sinyal ) dan antena ini diarahkan ke antena pemancar supaya sinyal yang diterima lebih tajam , contoh penerapannya : RT/RW net , WAN P2P (point to point ) , warnet (dulu ). Fungsinya adalah dimana antenna ini adalah menerima dan mengirim signal data dengan sisitem gelombang radio 2,4 Mhz.

 3.  Antena Omnidirectoral

antena Omnidirectional adalah antena daya sistem yang memancar secara seragam dalam satu pesawat dengan bentuk pola arahan dalam bidang tegak lurus.
Antena ini berbentuk seperti tongkat ,tapi kecil . Cangkupan antena ini lebih luas di bandingkan dengan antena Grid ,cangkupannya menyebar kesemua arah dan membentuk suatu lingkaran  contoh penerapannya : digunakan pada radio-radio . Kalau dalam jaringan WAN menggunakan tipe konfigurasi P2MP ( Point to multi point ). Antena Omnidirectional dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa antena directional di outdoor point-to-multipoint   komunikasi systems termasuk sambungan telepon selular dan siaran TV.
  
 4. Antena PVC

Disebut Antena PVC karena bahannya terbuat dari bahan pipa PVC yang dilapisi aluminium foil. Desain Antena PVC adalah sebagai pengembangan antena Kaleng yang mudah berkarat jika dipasang di outdoor. Sama dgn antena kaleng kelebihannya gak karatan, tahan cuaca dan mudah pengerjaannya. Digunakan untuk jarak dekat 200 ~ 300 m, misalnya client RT/RW-Net dalam kompleks perumahan.

5. Antena Sectoral  

Antena Sectoral hampir mirip dengan antena omnidirectional. Yang juga digunakan untuk Access Point to serve a Point-to-Multi-Point (P2MP) links. Beberapa antenna sectoral dibuat  tegak lurus , dan ada juga yang horizontal.
Antena sectoral mempunyai gain jauh lebih tinggi dibanding omnidirectional antena di sekitar 10-19 dBi. Yang bekerja pada jarak atau area 6-8 km. Sudut pancaran antenna ini adalah 45-180 derajat dan tingkat ketinggian pemasangannya harus diperhatikan agar tidak terdapat kerugian dalam penangkapan sinyal.
Pola pancaran yang horisontal kebanyakan memancar ke arah mana antenna ini di arahkan sesuai dengan jangkauan dari derajat pancarannya, sedangkan pada bagian belakang antenna tidak memiliki sinyal pancaran.

6. Antena Solid Disk

Biasanya antena solid disk ini digunakan untuk outdor untuk pointing,  Antena Parabolik (Solid Disc) : memiliki fungsi dan frekuansi yang sama dengan antena grid, tetapi antena ini memiliki jangkauan lebih jauh dan lebih fokus  dibandingkan antena Grid. Antena Solid Disc biasanya digunakan untuk aplikasi point to point jarak jauh.
 
7. Antena Yagi

Antena ini berbentuk seperti ikan teri .Cangkupan antena ini searah , seperti antena grid ( bedanya ini jarang digunakan dalam jaringan ). Dan biasanya antena ini diarahkan ke pemancar.
Antena yagi terdiri dari tiga bagian, yaitu :

Jenis jenis Antena OUTDOOR Septinus XI TKJ1. Driven, adalah titik catu dari kabel antena, biasanya panjang fisik driven adalah setengah panjang        gelombang dari frekuensi radio yang dipancarkan atau diterima.

2. Reflektor, adalah bagian belakang antena yang berfungsi sebagai pemantul sinyal, dengan panjang      fisik lebih panjang daripada driven.

3. Director, adalah bagian pengarah antena, ukurannya sedikit lebih pendek daripada driven

JENIS KONEKTOR DAN KABEL YANG DI GUNAKAN PADA TOPOLOGI BUS SERTA KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TOPOLOGI BUS

JENIS KONEKTOR DAN KABEL YANG DI GUNAKAN PADA TOPOLOGI BUS SERTA  KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TOPOLOGI BUS

 Kabel dan konektor

Kabel yang digunakan untuk jaringan dengan topologi Bus adalah menggunakan kabel coaxial. Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut.


Jenis kabel coaxial diantaranya kabel TV (kabel Antena), thick coaxial dan thin coaxial kecepatan transfer rate data maximum 10 mbps.Kabel Coaxial atau kabel RG-58 atau kabel 10base2 (ten base two) memiliki jangkauan antara 300 m dan dapat mencapai diatas 300m dengan menggunakan repeater. Untuk dapat digunakan sebagai kabel jaringan harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dengan diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna gelap.

Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi Bus adalah dengan menggunakan konektor BNC. Konektor BNC ada 3 jenis yakni:

·      Konektor BNC Konektor BNC yang dipasangkan pada ujung-ujung kabel coaxial.

·      TerminatorBNC Konektor BNC dipasangkan pada ujung-ujung Jaringan dengan Topologi Bus yang memiliki nilai hambatan 50 ohm.

·      TBNC Adalah konektor yang dihubungkan ke kartu jaringan (LAN Card) dan ke Konektor BNC ataupun ke terminator untuk ujung jaringan.


 2. Kelebihan dan kekurangan topologi bus
Kelebihan :


• Kelebihan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan
  workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation
  lain.
• Hemat kabel.
• Layout kabel sederhana.

Kekurangan :


• Kekurangan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel
  pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
• Kepadatan pada jalur lalu lintas.
• Diperlukan Repeater untuk jarak jauh.

3.      Pemasangan Kabel pada Konektor

Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC
Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai terjadi short atau hubung singkat karena dapat menyebabkan kabel yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi down. Pengecekan apakah kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau tidak putus ditengah juga harus dilakukan karena ini juga sebagai antisipasi supaya tidak terjadi kegagalan konektifitas. Pengecekan dapat dilakukan dengan multimeter pada kedua ujung apakah ada short atau putus tidak. Jika tidak ada maka dapat dilakukan penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC. Setelah selesai penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC harus di cek lagi apakah ada short atau putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan multimeter.

 Pemasangan Konektor pada sistem Jaringan

Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus. Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus yang menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
bahwa perintah untuk menghubungkan ke IP Address telah berjalan dengan baik

Perintah dasar linux

1.        Ls
(melihat isi file dari direktori aktif)
2.        Ls -al
(melihat seluruh isi file pada direktori aktif beserta file hidden.lalu di tampilkan layar ke layar)
3.        Cd
(mengubah atau masuk direktori tujuan)
4.        Mcopy
(menyalin suatu file dari atau ke dos file system)
5.        Cp
(menyalin suatufile)
6.        Mv
(memindahkan atau mengganti nama file)
7.        In –s
 (membuat simbolik link)
8.        Rm
(menghapus file)
9.        Mkdir
 (membuat direktori baru)
10.    Rmdir
 (menghapus direktori yang telah kosong)
11.    Rm –r
 (menghapus file,direktori dansubddirektorinya)
12.    Rm -1
(menghapus filenya saja,tanpa direktori dan subdirektorinya)
13.    More
 (untuk melihat isi suatu file)
14.    Less
 (melihat suatu file layar per layar,dan tekan tombol “q” apabila ingin keluar)
15.    Pico
(edit suatu text file)
16.    Pico –w
 (edit suatu text file,dengan menonaktifkan fungsi wrop wrap)
17.    Lynx
(melihat file html atau browse ke net dengan text mode)
18.    Tar –zxvf
(meng-untar sebuah file tar sekaligus meng-uncompress file tersebut)
19.    Tar –xvf
(meng-untar sebuah file tar yang tiak terkompress)
20.    Gunzip
(meng-uncompress file dengan format .dengan menggunakan gzip(juga zzip atau compress) jika anda menggiginkan mengompres file)
21.    Bunzip2
(meng-unconmpress file dengan format (*.bz2) dengan utiliti uzip “bzip2” digunakan pada file yang besar)
22.    Unzip
 (meng-uncompress file dengan format(*.zip) dengan utiliti “unzip” yang kompatibel dengan pkzip untuk DOS)
23.    Find / -name
(mencari nama file pada computer dimulai dengan direktori)
24.    Locate
(mencari file dengan sstring “filename”)
25.    Pine
(email reader yang sangat mudah di gunakan,)
26.    Talk
(berbicara dengan keyboard dengan user lain yang sedang login pada mesin kita)
27.    Mc
(menjalankan “midnight commander” sebagai file manager)
28.    telnet
(untuk menghubungkan computer kita ke computer lain dengan menggunakan protol TELNET)
29.    rlogin
(remote login untuk menghubungkan anda ke computer lain)
30.    rsh
(remot shell.jalan lain untuk menghubungkan anda ke remote machine)
31.    ftp
(ftp ke mesin lain)
32.    minicom
 (procomm atau hiperterminal untuk linux)
33.    /program_name
(menjalaram pada direktori aktif,yang mana tidak teerdapat pada PATH anda)
34.    Xinit
(menjalankan x-windows server (tanpa manager).
35.    Startx
(menjalankan x-windows server dan meload default windowmmanager)
36.    Startx - :1
(menjalankan sesi x-windows berikutnya pada display 1 (default menggunakan dispallay o)
37.    Xterm
(menjalankan x-windows terminal)
38.    Shutdown –h now
(shutdown system)
39.    Halt
(restart mesin)
40.    Man topic
(menampilkan daftar dari system manual pages (help) sesuai dengan topic)
41.    Apropos topic
(menampilkan bantuan manual berdasarkan topic)
42.    Pwd
(melihat direktori kerjasaat ini)
43.    Hostname
(menampilkan nama local host)
44.    Whoami
(mengecek login nama anda)
45.    id username
(mengecek user id atau group id)
46.    date
(mencetak atau mengubah tanggal dan waktu)
47.    time
(melihat jumlah waktu yang ditangani)
48.    who
(melihat user yang login pada computer kita)
49.    rwho –a
(melihat semua user yang login pada network anda)
50.    finger
(melihat informasi user)
51.    last
(melihat user sebelumnya yang  telah login di computer)
52.    uptime
(melihat jumlah waktu pemakaian computer oleh seseorang,terhitung proses reboot terakhir)
53.    ps
(print status. Melihat proses-proses yang dijalankan user)
54.    ps axu
(melihat seluruh proses yang di jalankan tanpa terminal control dan di tampilkan nama dari user untuk setiap proses
55.    top
(melihat proses yang berjalan dengan urutan penggunaan cpu)
56.    uname –a
(informasi system kernel anda)
57.    free
(informasi memori (dalam kilobytes)
58.    df –h
(disk free.melihat informasi pemakain disk pada seluruh system)
59.    dlu / -bh
(disk usage.mlihat secaa detail pemakaian disk untuk setiap direktori dimulai dari root)
60.    cat /proc/cpuinfo
(melihat file pada/proc direktori yang bukan merupakan file nyata)
61.    cat /proc/interrupts
(melihat alamat interrups yang dipakai)
62.    cat /proc/version
(versi dari linux dan informasi lainnya)
63.    cat /proc//filesystem
(melihat filesystem yang di gunakan)
64.    cat/etc/printcap
(melihat printer yang telah di setup)
65.    lsmod
(as root. Melihat module-module kernel yang telah di load)
66.    set
(melihat envirotment dari user yang aktif)
67.    echo $PATH
(melihat isi dari variable PATH)
68.    dmesg
(mencetak pesan-pesan pada proses boot)
69.    clear
(membersihkan layar)
70.    adduser
(menambah pengguna).